Senin, 15 Desember 2014
Tugas ahkirku
Kriteria Pemilihan Pemasok Menggunakan
Analytical Network Process
Dewi Kurniawati1*, Henry Yuliando1, Kuncoro Harto Widodo1
Abstract: The selection of supplier is a strategic decision in supply chain which increase
competitive advantages. Every manufacture needs to have a standard supplier selection that
appropriate with the requirement of the company. The aims of this paper are promoting some
criterias of supplier selection and testing whether there are differences interests against priority
criteria referred to of strata tenure distinct. Weights and priorities of the criteria tested with a
method of analytic network process (ANP) are also intended to bring up a relation of mutual
influence among the criteria. ANP can be used to help making decision of selection supplier and
to manage supply chain performance. This paper shows the criteria that influence are the past
perfomance, price, communication systems, and a supplier of professionalism is the priority for
the production of the company. In the other hand, the importance of management is the delivery
time, consistent quality, price, and number of delivery. The difference in perspective is influenced
by the level of interest and different responsibilities. The difference this assessment formed the
basis of decision-making and strategic policies of the supply chain according to the condition of
the company.
Keywords: Criteria, supplier, Analytical Network Process (ANP).
Pendahuluan
Salah satu faktor kesuksesan sebuah perusahaan adalah pemilihan pemasok (Gencer and Gurpinar [8]). Pemilihan pemasok yang tepat dapat menjamin ketersediaan bahan baku untuk menjaga lintasan produksi. Menurut Ghoddsypour and O’Brien [9] pemilihan pemasok merupakan masalah pengambilan keputusan penting agar mendapatkan pemasok yang dapat meningkatkan daya saing perusahaan. Dapat dikatakan pemilihan pemasok adalah salah satu aktivitas penting pada bagian pengadaan untuk mencapai keunggulan bersaing (Amid et al. [1]). Pemilihan pemasok adalah permasalahan multi criteria dimana setiap kriteria yang digunakan mempunyai kepentingan yang berbeda dan informasi mengenai hal tersebut tidak diketahui secara tepat. Dalam hal ini pemilihan pemasok yang berdasarkan penawaran harga yang rendah sudah tidak efisien lagi. Untuk mendapatkan kinerja rantai pasok yang maksimal harus menggabungkan kriteria lain yang
relevan dengan tujuan perusahaan (Ng [14]). Analisis keputusan pemilihan pemasok harus meliputi
strategi dan faktor operasional seperti factor tangible dan intangible (Cebi and Bayraktar [3]), sedangkan menurut Amid et al [1] pemilihan pemasok yang bersifat multi kriteria harus meliputi factor kualitas dan kuantitas. Pada umumnya terdapat beberapa kriteria yang mempengaruhi dalam pemilihan pemasok, misalnya dalam hal kualitas meliputi pengiriman, kinerja masa lalu, garansi, harga, kemampuan teknik, dan kondisi finansial (Hapsari dan Suparno [10]). Menurut Yoserizal dan Singgih [19] pemilihan pemasok yang tepat tidak hanya pemasok yang dapat memberikan material yang berkualitas, tepat waktu, dan harga terjangkau namun juga harus memberikan service yang optimal baik dari segi responsif, kelancaran komunikasi dan
informasi. Lin [13] mengembangkan kriteria harga, kualitas, service, ketepatan pengiriman, dan kepercayaan sebagai dasar pemilihan pemasok. Amid etal. [1] menerapkan kriteria biaya, kualitas, dan service.Pemilihan pemasok adalah masalah pengambilan keputusan yang melibatkan multi-person. Input diperoleh dari pendapat para ahli yang mempunyai cara pandang, tanggung jawab, pengalaman sebagai pengambil keputusan. Penilaian kriteria diputuskan oleh bagian manajemen dan bagian produksi berdasarkan strategi rantai pasoknya (Amid et al. [1]). Proses pengambilan keputusan dapat diterjemahkan dengan pendekatan sistematis dan logika untuk
mendapatkan prioritas dan bobot (Tam and Tumala [16]).Lunar Cipta Kreasi merupakan perusahaan yang bergerak di bidang kerajinan. Lunar Cipta Kreasi memperoleh bahan baku dari beberapa pemasok untuk mengantisipas
Metode Penelitian
Penelitian ini ditujukan untuk memunculkan sejumlah kriteria dalam pemilihan pemasok dan
menguji apakah terdapat perbedaan kepentingan terhadap prioritas kriteria dimaksud dari strata jabatan yang berbeda. Tahap pertama adalah mengidentifikasi kriteria yang digunakan dalam pemilihan pemasok sesuai dengan tujuan perusahaan. Tahap ini dilakukan melalui brainstorming bersifat terbuka sehingga dapat menambahkan criteria yang dinggap penting bagi Lunar Cipta Kreasi. Kriteria setiap perusahaan akan berbeda dan tergantung pada strategi rantai pasok yang diterapkan (Wang et al. [17]). Celebi [4] dalam penelitiannya menggunakan faktor kualitatif dan kuantitatif yang ditentukan dari literatur dan keahlian manajer perusahaan sebagai pengambil keputusan. Tahap kedua adalah menentukan hubungan ketergantungan antar kriteria yang dibantu dengan penyebaran kuesioner. Hubungan mempengaruhi antar kriteria digambarkan dengan anak panah Chung et al. [7]). Interdepensi antar dua kriteria disebut outer dependence yang digambarkan oleh garis dengan dua anak panah sedangkan inner dependence digambarkan dengan loop (Sarkins [28] yang dikutip dari Chung et al. [6]). Dari hubungan ini dapat digunakan untuk membuat model jaringan untuk analisis kriteria dalam pemilihan pemasok.
Tahap ketiga adalah menentukan responden untuk melakukan perbandingan berpasangan antar criteria yang mempunyai tanggung jawab mengenai keputusan pemilihan pemasok. Penilaian perKurniawati et al. / Kriteria Pemilihan Pemasok / JTI, Vol. 15, No. 1, Juni 2013, pp. 24-32
27 bandingan berpasangan antar kriteria dibantu dengan penyebaran kuesioner. Menurut (Celebi [4]) perbandingan berpasangan dinilai oleh karyawan dan manajer yang berwenang dalam pengambilan keputusan. Pendapat dari berbagai pihak yang berkepentingan terhadap hubungan dengan pemasok tersebut diuji konsistensinya satu per satu. Selanjutnya dari penilaian responden direkapitulasi dengan rerata geometrik. Responden yang dimaksud dalam penelitian ini
adalah pihak produksi yaitu research and development, quality control, kepala produksi, dan manajer
produksi natural bags. Pihak research and development bertugas dalam dalam mendesain model body
tas dan memilih pemasok. Pihak quality control melakukan inspeksi body natural bags sebelum dikirim ke perusahaan. Pihak kepala produksi mengawasi alannya proses produksi natural bags. Pihak manajer produksi natural bags menentukan spesifikasi natural bags dan menyetujui desain dari bagian research and development. Dalam menguji perbedaan hasil pembobotan criteria.
Hasil dan Pembahasan
Pengumpulan Data
Dalam proses ANP, dilakukan penyebaran kuesioner untuk menentukan hubungan ketergantungan
antar kriteria yang dinilai oleh responden dari pihak produksi dan pihak manajemen. Hasil kuesioner digunakan untuk menggambarkan hubungan antarkriteria sebagaimana disajikan dalam Tabel 2 dan Tabel 3. Pada Tabel 2 penilaian dilakukan oleh pihak
produksi dimana terdapat 4 jumlah responden yaitu dari bagian research and development, quality control, kepala produksi natural bags, dan kepala bagian divisi natural bags, sehingga jika dalam
suatu sel, jumlah responden yang memilih (Vij) lebih dari atau sama dengan Q (N/2 = 2), maka disimpulkan ada hubungan saling ketergantungan antar kriteria (Wibowo [18]). Sebagai contoh pada sel HKK, nilai Vij = 4 berarti ada pengaruh dari (H) terhadap (KK). Pada Tabel 3 penilaian dilakukan oleh pihak manajemen dimana hanya terdapat satu responden yaitu pihak manajemen. Simbol centang (√) menunjukkan bahwa kedua kriteria mempunyai hubungan mempengaruhi sedangkan simbol silang (X) menunjukkan tidak ada hubungan antara kedua kriteria.
Simpulan
Penting bagi perusahaan yang menjadi obyek penelitian di sini untuk melakukan evaluasi terhadap
kriteria yang berpengaruh dalam pemilihanpemasok. Dalam hal ini perlu penyelasaran cara pandang terhadap kriteria dimaksud dari dua strata jabatan yang berbeda yang juga mewakili tingkat kepentingan yang berbeda. Kriteria yang selama ini digunakan dapat disimpulkan sudah tidak relevan lagi karena kriteria tersebut tidak memberikan kehandalan dalam kontinuitasnya. Oleh karena itu, pemilihan pemasok berdasarkan kriteria yang tepat yang sesuai dengan kebutuhan dalam kepentingan jangka waktunya, serta efektif ialah akan berpengaruh secara gradual dalam mengurangi biaya produksi, meningkatkan produktifitas dan kepuasan konsumen.
Daftar Pustaka
1. Amid, A., Ghodsypour, S. H., and O’Brien, C. A.,
Weighted Max–Min Model for Fuzzy Multi-
Objective Supplier Selection in a Supply Chain,
International Journal Production Economics,
131, 2011, pp. 139–145.
2. Bayazit, O., Use of Analytical Network Process
in Vendor Selection Decisions, An International
Journal, 13(5), 2006, pp. 566-579.
3. Cebi, F., and Bayraktar, D., An Integrated
Approach for Supplier Selection, Journal of
Logistics Information Management, 16(6), 2003,
pp. 395-400.
4. Celebi, D., Bayraktar, D., and Bingol, L.,
Analytical Network Process for Logistics
Managemen: A Case Study in Small Electronic
Appliances Manufakturer, An International
Journal Computers and Industrial Engineering,
58, 2010, pp. 432-441.
5. Chen, Y. J., Structured Methodology for Supplier
Selection and Evaluation in a Supply
Chain, An International Journal Information
Sciences, 181, 2011, pp. 1651–1670.
6. Chung, S. H., Lee, A. H., and Pearn, W. L.,
Analytic Network Process (ANP) Approach for
Product Mix Planning in Semiconductor Fabricator,
Journal of Production Economics, 96,
2005, pp. 15-36.
7. Dewayana, S. T., dan Budi, A., Pemilihan
Pemasok Cooper Rod Menggunakan Metode
ANP., Jurnal Jurusan Teknik Industri Universitas
Diponegoro, IV(3), 2009, pp 212-217.
8. Gencer, C., and Gurpinar, D., Analytic Network
Process in Supplier Selection: A Case Study in
an Electronic Firm, Journal of Applied Mathematical
Modeling, 31, 2007, pp. 2475-2486.
9. Ghodsypour, S. H., and O’Brien C., The Total
Cost of Logistics in Supplier Selection, under
Conditions of Multiple Sourching, Multiple Criteria
and Capacity Constraints, International
Journal of Production Economics, 73, 2001, pp.
15-27.
10. Hapsari, P. K., dan Suparno, Integrasi Fuzzy
Analytic Network Process dan Goal Programming
dalam Pemilihan Supplier dan Alokasi Order,
Skripsi, Jurusan Teknik Industri, Institut Teknologi
Sepuluh November, Surabaya, 2010.
11. Jharkharia, S., and Shankar, R., Selection of
Logistics Service Provider: An Analytical Network
Process Approach. The International Journal
of Management Science, 35, 2005, pp. 274-
289.
12. Lang, T. M., Chiang, J. H., and Lan, L. W.,
Selection of Optimal Supplier in Supply Chain
Management Strategy with Analytic Network
Process and Choquet Integral, An International
Journal Computers and Industrial Engineering
57, 2009. pp. 330-340.
13. Lin, C. T., Chen, C. B., and Ting, Y. C., An ERP
Model for Supplier Selection in Electronics
Industry, An International Journal Expert Systems
with Applications 38, 2011, pp. 1760–1765.
14. Ng, Wang. L., An Efficient and Simple Model for
Multiple Criteria Supplier Selection Problem,
European Journal of Operational Research, 186,
2008, pp. 1059–1067.
15. Sarkis, J., and Talluri, S., A Model for Stategic
Supplier Selection, Journal of Supply Chain
Management, 38(1), 2002, pp. 18-23.
16. Tam, M. C. Y., and Tummala, V. M. R., An Application
of The AHP in Vendor Selection of a
Telecomunication System, International Journal
of Management Science, 29, 2001, pp. 171-182.
17. Wang, G., Hang, S. H., and Dismukes, J. P.,
Product-driven Supply Chain Selection Using
Intergrated Multi-criteria Decision Making
Methodology, International Journal of Production
Economics, 91, 2004, pp. 1-15.
18. Wibowo, M. R., Perancangan Model Pemilihan
Mitra Kerja dalam Penyediaan Rig Darat dengan
Metode Analytical Network Process (ANP), Tesis,
Fakultas Teknik, Universitas Indonesia, 2010.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
bisa sharing referensinya pak..
BalasHapus