Senin, 15 Desember 2014
Tugas ahkirku
PENDEKATAN MODEL MATEMATIS UNTUK
MENENTUKAN PERSENTASE MARKUP HARGA JUAL
PRODUK
Oviliani Yenty Yuliana
Dosen Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi – Universitas Kristen Petra
Siana Halim
Dosen Fakultas Teknologi Industri, Jurusan Teknik Industri – Universitas Kristen Petra
Yohan Wahyudi
Alumnus Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi – Universitas Kristen Petra
ABSTRACT
The purpose of this research is to design Mathematical models that can determine the selling
volume as an alternative to improve the markup percentage. Mathematical models was designed
with double regression statistic. Selling volume is a function of markup, market condition, and
substitute condition variables. The designed Mathematical model has fulfilled by the test of: error
upon assumption, accurate model, validation model, and multi collinear problem.
The Mathematical model has applied in application program with expectation that the
application program can give: (1) alternative to decide percentage markup for user, (2)
Illustration of gross profit estimation that will be achieve for selected percentage markup, (3)
Illustration of estimation percentage of the units sold that will be achieve for selected percentage
markup, and (4) Illustration of total net income before tax will get for specific period.
Keywords: Mathematical models, application program, selling volume, markup, gross profit.
PENDAHULUAN
Globalisasi mengakibatkan persaingan antar perusahaan menjadi semakin ketat. Untuk
dapat bersaing dan bertahan hidup, diharapkan para pelaku bisnis: (1) mengusahakan
sistem informasi yang memadai, sehingga dapat mendukung pihak manajemen dalam
mengambil keputusan yang tepat. (2) menentukan harga jual yang dapat bersaing namun
tetap dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan.
Perusahaan tempat penulis melakukan penelitian bergerak di bidang industri barang
plastik yang tergolong perusahaan tingkat menengah. Jenis pasar di mana perusahaan ini
berada merupakan pasar monopolistik, sehingga untuk memenangkan pasar ada beberapa
faktor yang perlu diperhatikan: kualitas barang, selera masyarakat terhadap barang, dan
harga barang tersebut. Kualitas barang yang dihasilkan oleh perusahaan dan para
pesaingnya adalah setara. Sedangkan selera masyarakat terhadap barang merupakan
faktor acak yang tidak dapat dikendalikan secara langsung oleh perusahaan. Dengan
demikian hanya faktor harga barang yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk
memenangkan pasar.
Menurut teori ekonomi, harga meliputi semua biaya yang terjadi dalam menghasilkan
barang tersebut, ditambah dengan tingkat keuntungan (markup) yang ingin dicapai.
Supaya keuntungan optimal, ada dua cara yang dapat ditempuh: meminimalkan biaya dan
memilih harga yang optimum dengan cepat dan akurat supaya dapat memperoleh
keuntungan.
Sistem pencatatan dan penilaian biaya yang digunakan oleh perusahaan sudah sangat
efisien, sehingga tidak memungkinkan untuk memperkecil biaya yang ada. Jadi, yang
dapat dilakukan oleh perusahaan saat ini adalah memilih harga yang optimum. Namun
demikian hukum ekonomi menyatakan bahwa “bila harga semakin tinggi, maka
permintaan semakin rendah”. Jadi haruslah dipilih dengan cermat tingkat harga yang
dapat memaksimalkan keuntungan.
METODE PENELITIAN
Penelitian yang dilakukan oleh penulis berupa penelitian deskriptif aplikatif, dimana
penulis mengambil studi kasus dan simulasi penentuan volume penjualan dalam rangka
menetapkan markup dengan program aplikasi, sehingga perusahaan dapat lebih bersaing
dalam memasarkan produknya.
Data yang digunakan dalam Penelitian ini adalah data primer dengan teknik
pengumpulan data melalui daftar pertanyaan. Daftar pertanyaan digunakan untuk
mengetahui permasalah, kebutuhan perusahaan, jumlah produksi, jumlah produk terjual,
markup, kondisi selera pasar, dan kondisi barang pengganti di pasar untuk periode tahun
1996 sampai dengan 1998. Pengukuran data jumlah produksi, jumlah terjual, dan markup
menggunakan skala rasio. Sedangkan untuk mengukur kondisi selera pasar dan barang
pengganti di pasar digunakan skala nominal yang menyatakan kondisi lemah, sedang, dan
kuat.
Untuk mempertajam hasil penelitian, penulis membatasi ruang lingkup berikut:
Komponen penentu volume penjualan adalah markup, kondisi pasar, dan kondisi
pengganti.
Model Matematis yang dirancang valid untuk perusahaan yang berada di pasar
monopolistik.
Keakuratan hasil program aplikasi sangat tergantung pada keakuratan manajer umum
dalam menilai kondisi pasar dan pengganti.
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Dari hasil wawancara penulis dengan pihak manajemen, penulis menemukan
beberapa fakta sebagai berikut:
Perusahaan sedang berada dalam persaingan yang ketat untuk merebut pangsa pasar.
Perusahaan mengalami kesulitan dalam menentukan markup berdasarkan volume
penjualan produk sesuai dengan kondisi pasar dan kondisi pengganti.
Penilaian harga pokok produksi sudah dilakukan secara efisien.
Perusahaan sudah menggunakan komputer yang up to date dalam membantu jalannya
usaha sehari-hari.
Komponen pengolahan informasi dalam sistem informasi manajemen perusahaan
menerima dan mengolah data dari:
A. Kebijakan/Standar yang ditetapkan oleh manajemen.
Pihak manajemen menetapkan beberapa standar yang harus dipenuhi oleh pengolah
informasi, supaya informasi yang dihasilkan lebih berguna bagi pihak manajemen.
Adapun standar yang diterapkan selama ini adalah:
•Persentase markup berkisar antara 5% hingga 20%.
•Persentase barang terjual minimal 80% dari produksi.
•Standar tersebut dipakai untuk menghindari opportunity cost, berupa: hilangnya
pelanggan, menurunnya citra perusahaan, dan biaya pengolahan ulang produk yang
tidak laku.
•Jum
KESIMPULAN
Dari hasil penelitian dan perhitungan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Sistem informasi yang selama ini digunakan oleh perusahaan kurang memadai dalam
menentukan persentase markup yang optimum secara cepat dan akurat. Perusahaan
membutuhkan program aplikasi untuk memperkirakan persentase markup secara cepat
dan akurat.
2. Dibutuhkan suatu model Matematis untuk menentukan persentase markup yang
optimum.
3. Simulasi terhadap rancangan program aplikasi dengan sampel data perusahaan,
menunjukkan bahwa perusahaan seharusnya memperoleh laba kotor 36% lebih tinggi
daripada tanpa menggunakan program aplikasi.
DAFTAR PUSTAKA
Burrows, W. E. dan J. D. Langford, 2000. Programming Business Applications with
Microsoft® Visual Basic Version 6.0. New York: McGraw-Hill.
Hansen, D. R. dan M. M. Mouwen, 2000. Management Accounting. 5th edition,
Cincinnati.
Landsburg, S. E., 1992. Price Theory and Application. 2nd edition. Fort Worth, Texas:
The Dryden Press.lah produksi berkisar dari 2000 hingga 8000 unit.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar